Indonesia, Others

Semangat Wanita, Semangat Kartini

Sekarang ini, hal yang sering dibicarakan dan kontroversial ialah mengenai pemberdayaan wanita. Bagaimana wanita bisa menjadi inspirasi dan berperan penting di dunia yang di dominasi oleh pria. Tanpa kita sadari, sudah banyak wanita yang berjuang bukan semata-mata untuk kesamaan hak, akan tetapi juga untuk berjuang untuk menjadi lebih indepeden. Jasa-jasa mereka sangat menginspirasi kaum wanita sekarang ini dan salah satu pejuang wanita yang kita tahu ialah Raden Adjeng Kartini atau yang sering kita kenal di lagu yang berjudul “Ibu Kita Kartini”.

Be Women, Be Inspiring like Kartini
Kartini adalah seorang pejuang wanita yang berasal dari Jawa dan dikenal atas jasa-jasa nya yang luar biasa membanggakan. Beliau adalah wanita Indonesia yang mengabdikan seluruh hidupnya demi dalam memperjuangkan hak-hak dan memberdayakan kaum perempuan. Beliau sendiri lahir dan dibesarkan di keluarga Jawa yang sangat aristokrat.

Kartini adalah anak perempuan dari seorang patih yang kemudian diangkat menjadi bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ibu dari Kartini memiliki nama M.A. Ngasirah, istri pertama dari Sosroningrat yang bekerja sebagai guru agama di salah satu sekolah di Telukawur, Jepara.

Ayah Kartini sendiri awalnya hanyalah seorang wedana di Mayong. Pada masa itu, pihak kolonial Belanda mewajibkan siapapun yang menjadi bupati harus memiliki istri dari kalangan bangsawan, dan karena M.A. Ngasirah bukanlah seorang bangsawan, ayahnya kemudian menikah lagi dengan Radeng Adjeng Moerjam, wanita yang merupakan keturunan langsung dari Raja Madura. Pernikahan tersebut juga langsung mengangkat kedudukan ayah Kartini menjadi bupati, menggantikan ayah dari R.A. Moerjam, yaitu Tjitrowikromo.

Semasa sekolah dasar, beliau diajarkan dalam bahasa Belanda. Dari situ, beliau ingin terus melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih serius walau pada akhirnya tidak bisa ter-realisasikan. Pada waktu tersebut, wanita-wanita di Indonesia memang tidak mengalami proses pendidikan yang lengkap seperti layaknya para pria. Akan tetapi, itu menjadi alasan mengapa Kartini ingin suatu kebiasaan itu berakhir dan dimana perempuan bisa memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam membina pendidikan. Pada saat itu juga Kartini mengirim surat kepada teman-eman nya di luar negri dan juga para petugas yang bersangkutan & bertanggung jawab ketika terjadinya Politik Etis Belanda. Surat-surat tersebut kemudian dikumpukan dan dijadikan menjadi buku yang salah satunya “Habis Gelap, Terbitlah Terang” menjadi inspirasi bagi kaum wanita di Indonesia.

kartiniLahir pada tanggal 21 April 1879, kehidupan Kartini memang dipenuhi impian dan semangat juang meskipun kehidupan tersebut berakhir pada tanggal 17 September 1904 dimana dia wafat di umur gemilang nya yaitu 25 tahun. Wafatnya Kartini bukan menjadi akhir dari perjuangan beliau yang selama ini diperjuangkan. Perjuangan Kartini setiap tahunnya dikenang oleh seluruh warga Indonesia baik di kalangan instansi kesehatan, pemerintah, pendidikan dan perusahaan-perusahaan. Sejarah peringatan Hari Kartini yang merupakan Pahlawan Nasional kaum perempuan tanggal 21 April setelah di tetapkan oleh Presiden Soekarno dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964 sebagai Pahlawan nasional sekaligus menetapkan tanggal lahirnya sebagai hari besar yang kita peringati sebagai Hari Kartini.

Hari Kartini ditujukan untuk mengingatkan para wanita bahwa mereka harus berpartisipasi dalam membangun bangsa. Selain itu, Hari Kartini itu adalah hari di mana para wanita diminta untuk tampil cantik, berdandan, memiliki gaya rambut yang elegan dan perhiasan saat mereka datang ke sekolah untuk memperingati Hari Kartini.